welcome to sandova's blog

Minggu, 18 November 2012

KONSER S.J K.R.Y PERTAMA PACAR KYUHYUN SAKIT? OH NO!!!!!!!!

 TOKOH:
                1. KYUHYUN
                2. SUNGMIN
                3. PARK HA NEUL(PACAR KYUHYUN)
SUPER JUNIOR sedang mendengarkan instruksi dari managernya di ruang tunggu. Kyuhyun menengok keteman-temannya yang lain, Yesung dan Ryewook sibuk mendengarkan managernya,
Sungmin di sebelahnya sedang menyeruput susu coklat panas miliknya.


Sadar Kyuhyun sedang melihatnya, Sungmin mengangkat alis dan berbisik, “Kau mau?”
Kyuhyun menggeleng, lalu menunjuk ke tenggorokannya. Sungmin mengangguk lalu meminumnya lagi.
Pipipipip!
Handphonenya berbunyi, semua orang menatap ke arah dirinya.
“Kau masih mengantongi handphonemu, Cho Kyuhyun?”, Tanya salah satu manager.
“Ah.. ya… Maaf.”, jawabnya, lalu menunduk dan membuka sms di handphonenya.
Dari pacarnya.
Ah, paling Ia hanya memberi tahu lokasi dia duduk hari ini.
Namun pikirannya salah, yang tertulis justru hal lain.
Aku sakit. Tidak bisa bangun. Maaf tidak bisa datang ke konsermu. Good luck, Hwaiting~~!
Sakit?
Muka Kyuhyun berubah serius. Sakit? Kenapa tiba-tiba?
Kau tidak apa-apa? Di mana kau? Sudah makan?
Sungmin yang duduk di sebelah Kyuhyun menyadari perubahan air muka sahabatnya itu, lalu Ia berbisik, “Ada apa?”
Kyuhyun menggeleng.
“Cho Kyuhyun! Lee Sungmin!”, tegur salah satu manager, “Apa kau mendengar apa yang sedang kami bicarakan?”
Kyuhyun terdiam, karena Ia memang tidak mendengar apa-apa.
“Ya, setelah What If, aku langsung keluar dan berganti pakaian. Namun Kyuhyun tetap memakai pakaian yang sama dan menunggu di sebelah panggung.”, jawab Sungmin mantap.
Manager itu mengangguk, dan melanjutkan kata-katanya.
Kyuhyun menengok ke arah Sungmin, dan berbisik, “terima kasih.”
“Tak perlu berterima kasih,lagipula, sudah sering aku selalu menyelamatkanmu, kan?”
Kyuhyun tersenyum.
Tiba-tiba handphone di saku kiri celananya bergetar.
Mungkin kecapekan, suhu badanku tinggi tapi sudahlah. Di kamar. Sudah, tadi unnie memasakkan dulu sebelum dia pergi.
Kyuhyun membaca ulang sms yang baru dikirim pacarnya itu. ‘Tapi sudahlah?’ yang benar saja!
Yang benar saja! Kau sendirian? Unnie dan umma mu ke mana?
“Ya, sekarang kalian punya waktu bebas 30 menit. Silakan tidur atau makan kalau perlu, tapi ingat, tidak boleh minum es dan gorengan! Pukul 18.45 kita berkumpul lagi di sini.”, kata manager, semua orang pun membubarkan diri, Yesung dan Ryeowook keluar ruangan, Donghae mengikuti manager keluar juga. Di ruangan itu hanya ada dia dan Sungmin.
Dan kemungkinan, Sungmin tidak akan keluar sebelum tahu apa yang membuat Ia tidak konsen selama briefing tadi.
Handphonenya bergetar lagi.
Pergi. Tadinya mereka mau ke konsermu, tapi tiba-tiba paman di Incheon sakit, jadi mereka pergi ke sana tadi pagi.
Mata Kyuhyun membesar. Jadi… Ia hanya sendirian di rumah? Dalam keadaan sakit?
Ia pun menekan nomor 6 pada handphonenya, tanpa menghiraukan ada Sungmin (yang belum tahu bahwa Ia sudah mempunyai pacar), Ia meneleponnya.
“Halo.”
“Kau benar-benar sendirian?”
Suara pacarnya terdengar berat, jelas sekali kalau dia sedang sakit, “Ya.”
“Aku… akan ke sana.”
“Bicara apa kamu! Kau harus konser sekarang!”
“Siapa yang bilang aku mau datang sekarang? Aku akan datang setelah konser.”
“Ah ya…”
Kyuhyun menghela napas panjang, mengapa pacarnya sakit pas hari dia konser, sungguh sebenarnya Ia ingin pacarnya untuk ikut menonton konser hari ini.. tapi Kyuhyun tidak bisa egois.
“Bagaimana keadaanmu?”, tanyanya.
“Yaah.. masih panas dan pusing, tapi mungkin aku masih bisa bertahan sampai kau datang ke sini,”, jawab pacarnya sambil tertawa lemah.
“Kau… tidak apa-apa?”, tanya Kyuhyun lagi, kali ini suaranya benar-benar terdengar cemas, Sungmin di sebelahnya mengangkat alis, lalu menengok ke arahnya, bibirnya memimikkan, ‘siapa’, Kyuhyun hanya membalas dengan memimikkan ‘nanti kuberitahu’.
“Ya.”, jawab pacarnya singkat., “kau sendiri? Konsernya belum mulai?”
“Belum. Aku punya waktu bebas 30 menit, makanya aku meneleponmu.”
“Ah, baiklah.”
Lalu mereka berdua terdiam. Sungmin menengok lagi, menaikkan alisnya, Kyuhyun hanya mengangkat bahu.
“Cho Kyuhyun.”
“Hm?”
“Jangan mengecewakan orang banyak di konser hari ini, kau harus memberikan yang terbaik, mengerti?”, kata pacarnya di seberang telepon.
‘Jangan mengecewakan orang banyak.’ Kalimat itu terulang di kepala Kyuhyun. ‘Jangan mengecewakan orang banyak.’
“Baiklah, aku mengerti. Setelah konser aku akan ke rumahmu. Istirahatlah, jangan nonton tv!”
Pacarnya di seberang telepon tertawa, “Ya, aku akan istirahat. Jangan cemaskan aku.”
Mereka berdua terdiam lagi.
Banyak hal yang Kyuhyun ingin bicarakan dengan pacarnya itu,namun Ia ingat pacarnya itu sedang sakit, dan butuh istirahat.
“Sudah ya, kau harus istirahat.”
“Ya, aku akan tidur sekarang. Selamat berjuang!”
Kyuhyun tertawa, “Ya, cepat sembuh.”
“Cho Kyuhyun.”
“Ya?”
“Aku sayang padamu, ingat jangan mengecewakan.”
Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum sendiri, Sungmin menengok heran lagi padanya, tapi Kyuhyun sudah tidak peduli.
“Ya, aku tidak akan mengecewakan. Dan aku juga sayang padamu. Sudah dulu ya, daaaah.”
“Daaah.”
Handphone dimatikan. Sungmin tersenyum.
“Itu tadi… Siapa?”
“Pacarku.”
“Sudah kuduga! Ternyata kau sudah punya pacar.”, kata Sungmin lalu senyumnya makin lebar, “bukan dia kan?”
“Dia? Dia siapa?”
“Yang pernah digosipkan denganmu, si..”
Kyuhyun dengan cepat tahu siapa yang dimaksud Sungmin, “Ya, ah maksudku tidak. Bukan dia. Dia bukan artis kok.”
“Aaaaah.”
Mereka berdua terdiam namun Sungmin masih tersenyum sambil menatap Kyuhyun.
“Apa lagi?”
Sungmin menggeleng, “tidak-tidak, lucu saja. Aku baru putus dan sekarang kau punya pacar.”
Alis Kyuhyun terangkat, “APA?! Kau???! Dengan siapa?! Hyung kau tidak pernah cerita denganku!!!”, Kyuhyun refleks meninju lengan sungmin yang sedang duduk di sebelahnya.
“Kau juga, punya pacar tapi tidak bilang!”
Sungmin hanya tertawa jahil, lalu berkata, “Sudahlah, itu sudah tak penting lagi.”
Konser berakhir dengan sukses. Sekitar 8.000 orang memadati tempat konser di Seoul. Semua penonton tersenyum puas karena bisa menonton performa terbaik dari SJ K.R.Y.
“Selamat kalian!”, seru Leeteuk dari ujung koridor, tanpa mempedulikan situasi koridor yang penuh, Ia berlari dan memeluk Kyuhyun, Ryeowook, Yesung, Sungmin dan Donghae bergantian. Di belakang Leeteuk, ada Siwon dan Eunhyuk yang ikutan memeluk mereka.
“Terima kasih hyuuung~”, kata Ryeowook yang masih tersenyum lebar.
“Jadi, hari ini kalian jadi mau merayakan di rumahku, atau bagaimana?”, tanya Siwon yang baru saja melepaskan Yesung dari pelukannya.
“Kau sudah menyiapkan pesta untuk kami?”, tanya Yesung disambut dengan anggukan kepala Siwon.
“Bagus! Kalau begitu kami akan menyusulmu setelah selesai briefing terakhir, bagaimana?”, tanya Yesung lagi.
“Baiklah, kalau begitu kami duluan, Hyukjae! Ayo!”, kata Leeteuk memanggil Eunhyuk yang sedang berbincang dengan Donghae.
“Ya, sampai ketemu di sana.”, kata Kyuhyun tersenyum dan melambai pada ketiga hyungnya.
Leeteuk, Siwon, dan Eunhyuk pun berjalan keluar dari backstage, meninggalkan mereka berlima di koridor yang ramai. Sambil sesekali membungkuk pada orang-orang yang lewat, Kyuhyun mengecek jam di handphonenya.
Pukul 20.30
Apakah Ia sudah tidur? , pikirnya dalam hati.
“Hyung, aku mau pergi ke rumah temanku sebentar habis briefing, jadi kemungkinan aku akan terlambat ke rumah Siwon hyung.”, ijin Kyuhyun pada yang lain.
“Kau mau ke mana?”, tanya Donghae.
“Rumah teman, ada barangku ketinggalan.”
Donghae mengangguk, Yesung dan Ryeowook pun mengijinkan.
Setelah briefing terakhir selesai, Kyuhyun sudah mengemas barang-barangnya dan siap keluar dari ruang ganti, namun Ia melihat Sungmin baru masuk ke ruang gantinya.
“Hey, mau kuantar?”
“Tidak usah, hyung. Aku akan menyetir sendiri.”
“Yakin? Sudah malam, dan aku khawatir kau terlalu capek untuk menyetir malam. Kau kan.. tidak ahli untuk menyetir malam hari.”
Benar juga, sejak kecelakaan waktu itu, Kyuhyun selalu agak takut untuk menyetir malam hari, mungkin ide menjadikan Sungmin supir pribadi untuk semalam adalah ide yang bagus, pikir Kyuhyun dalam hati.
Sesampainya di depan rumah pacarnya, Kyuhyun membuka handphone dan melihat sms terakhir dari dia, isinya Kunci ada di bawah keset. Masuk saja, aku percaya padamu.
Yah, meskipun pacarnya itu percaya padanya, Kyuhyun tetap saja tidak enak untuk masuk ke rumah orang untuk pertama kali. Rumah perempuan lagi.  Tapi ini sudah hampir pukul sepuluh malam dan Kyuhyun yakin pacarnya itu sudah tidur.
Kyuhyun membungkuk dan mengambil kunci yang ada di bawah keset, lalu membuka pintu rumah. Sungmin di sebelahnya sedang sibuk dengan handphone nya, dan hanya mengikuti Kyuhyun saat ia masuk rumah.
Rumahnya besar dan gelap. Hampir semua lampu dimatikan kecuali lampu di dapur dan lampu di depan satu kamar. Namun Ia melihat sesosok orang tidur di sofa depan tv, Kyuhyun berjalan pelan dan ternyata pacarnya yang tertidur di sana.
“Hey.”
Kyuhyun memegang dahinya. Suhu badannya sangat panas.
“Hyung! Suhu badannya sangat panas? Bagaimana ini?”, tanya Kyuhyun panik pada Sungmin.
“Bawa ke kamarnya, aku akan membuatkan kompres.”
Kyuhyun pun dengan sigap menggendong pacarnya itu dan masuk ke kamar yang ada lampu menyala di depannya. Ia pun menidurkan pacarnya itu di tempat tidur, menyelimutinya dan memegang tangannya.
Ia meletakkan jari telunjuknya di atas philtrum pacarnya itu, ingin merasakan apa Ia masih bernapas. Ternyata masih.
Benar apa kata Yesung hyung, ternyata memegan philtrum orang lain itu… Memberikan sensasi tersendiri, katanya dalam hati sambil tersenyum.
Sungmin pun datang dengan sebaskom air dingin dan memberikannya ke Kyuhyun. Kyuhyun pun memeras kain di dalamnya dan meletakkannya di dahi pacarnya itu.
Pacar Kyuhyun menghela napas, dan membuka mata.
“Hey, aku sudah datang.”


“Sudah makan?”
Pacarnya menggeleng lemah.
“Aku akan buatkan makan ya, oh ya. Ada Sungmin hyung di sini.”
“Benarkah? Bilang padanya, anggap saja rumah sendiri.”
Kyuhyun tersenyum, “Ya baiklah. Kau tidur saja dulu, jika makanannya sudah siap akan aku beritahu.” Lalu Kyuhyun keluar kamar dan mendapati Sungmin sedang menelepon seseorang. “Leeteuk hyung.”, katanya, lalu memberikan handphonenya pada Kyuhyun.
“Ya hyung?”
“Oy, Cho Kyuhyun! Kau di mana? Masih lama kah?”, tanya Leeteuk hyung di seberang telepon.
“Hyung.. sepertinya aku tidak bisa ikut pesta di rumah Siwon hyung.. Aku harus menjaga pacarku. Dia sakit dan sendirian.”
“PACARMU??!!!!”, teriak Leeteuk hyung heboh, lalu terdengar suara-suara di belakang suara Leeteuk.
“Pacar siapa?!”
“OY SIAPA YANG PUNYA PACAR??!!”
Kyuhyun pun menjauhkan handphone Sungmin dari telinganya. Sungmin hanya tersenyum geli.
“Ya! Tenang dulu kalian!”, kata Leeteuk pada yang lain.
Kyuhyun tahu, pasti akan terjadi kehebohan sesaat pada waktu Ia memberitahukan hyung-hyung nya bahwa Ia sudah mempunyai pacar.
“Kau sudah punya pacar, Cho Kyuhyun?”, tanya Leeteuk hyung, kali ini lebih tenang dari sebelumnya.
Kyuhyun menarik napas pelan, “Ya.”
“Jangan bilang dia itu….”, tebak Leeteuk, namun Kyuhyun cepat memotongnya.
“Bukan. Hyung tidak kenal kok.”
Terdengar suara Donghae dan Eunhyuk berbisik-bisik di seberang telepon.
“Aaaaa. Jadi sekarang dia sakit dan kau mau menjaganya di rumahnya?”, tanyanya lagi
“Ya, kira-kira begitu. Maaf ya Hyung. Aku.. tidak enak padanya. “
“Padahal aku sudah memesan makanan kesukaanmu loh, Kyuhyun! Kau tidak merasa tidak enak padaku?”, terdengar suara Siwon.
Kyuhyun menghela nafas lalu Ia duduk di sofa, “Bukan begitu…. Maaf hyung. Sungguh, aku ingin datang tapi bagaimana?”
“Ya sudah, biarkan saja si Siwon. Paling-paling jatah makanmu juga habis. Hey, ceritakan tentang pacarmu itu!”, kata Leeteuk lagi.
“Ceritakan apa?”
“Ya.. Apa saja!”
“Nanti sajalah di dorm! Sudah ya, aku ingin membuat makan dulu. Setelah selesai membuat makan, Sungmin hyung akan ke…..”, belum selesai Kyuhyun berbicara, Sungmin sudah merebut handphone dari telinganya.
“Hyung, aku jujur agak takut meninggalkan Cho Kyuhyun sendiri di rumah pacarnya.”, kata Sungmin berbicara di telepon. Mendengar perkataan Sungmin, Kyuhyun pun melotot ke arahnya.
Sungmin hanya tersenyum menatap Kyuhyun, lalu berbicara lagi, “Em… Ya…Ya… Hyung. Sebaiknya kau bicara sendiri dengannya.” Sungmin lalu memberikan handphonenya balik ke Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas lalu menempelkan handphone Sungmin ke telinganya.
“Ya, hyung?”
“Kyuhyun, benar juga kata Sungmin. Aku juga agak khawatir kalau kau sendirian dengan pacarmu. Nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”, ujar Leeteuk hyung.
Kyuhyun menggeleng-geleng lalu melirik ke arah Sungmin. Ia hanya tersenyum menatapnya balik.
Ah, bisa tidak sih orang itu tidak tersenyum, pikir Kyuhyun dalam hati.
“Ya.. ya.. lalu apa mau Hyung?”
“Biarlah Sungmin ikut menjaga pacarmu. Bukan-bukan. Tepatnya Sungmin yang menjagamu.”
“APA?! Hyung! Aku bisa menjaga diriku sendiri, tidak perlu ada.. AISSSSH!”
“Ya! Kyuhyun, jangan-jangan kau sudah merencanakan sesuatu dengan pacarmu, ya?”, tanya Heechul di seberang telepon.
“Hee…Heechul hyung? AISSSSSH!!! padahal aku ingin kau yang terakhir tau tentang aku punya pacar! Hyung awas kau kalau keceplosan bicara di radio! Aku tidak ingin seperti Donghae hyung!”, ancam Kyuhyun.
“Ya, aku janji. Lagipula saat kejadian Donghae itu, aku bisa menutupinya dengan baik. Kau lihat sendiri kan?”
“Ya terserahlah. Selamat berpesta. Salam buat semua. Maaf sekali lagi ya hyung. Daaaah!”, lalu Kyuhyun memutuskan pembicaraannya. Ia lalu menggaruk-garuk kepalanya.
“Apa maksudmu, hyung?”
“Apa?”, tanya Sungmin balik, dengan wajah tanpa dosa.
Kyuhyun tidak tahan melihat wajah tanpa dosa hyungnya itu. Jika Ia bukan hyungnya, atau bahkan orang yang tidak ia kenal, Kyuhyun yakin sekali bahwa wajah tampan laki-laki di hadapannya itu akan bonyok terkena tinjunya.
“Kau tidak jadi buat makanan?”, tanya Sungmin.
“Ah ya. Hyung, bantu aku ya.”
Sungmin tersenyum, “Karena itulah aku di sini, Kyuhyun.”
Kyuhyun tau, seberapa keras keinginannya untuk menonjok Sungmin, Ia tidak akan bisa. Karena Sungmin selalu tulus menolongnya. Kyuhyun tidak akan tega.
Bubur sudah jadi. 80% buatan Sungmin. Sisanya Kyuhyun. Namun Kyuhyun tetap akan bersikeras mengatakan ke pacarnya bahwa bubur itu buatan dia. Ia tidak mau jujur pada pacarnya bahwa yang Ia kerjakan hanyalah mengambil air, mengambil nasi, dan menuang bubur ke dalam mangkok. Bisa jadi bencana kalau Kyuhyun yang memasak bubur.
Kyuhyun mengetuk pintu kamar pacarnya, lalu membuka pintu itu. Pacarnya sudah duduk di tempat tidur. Terlihat lebih sehat.
“Bubur sudah jadi.”, kata Kyuhyun. Ia pun duduk di sebelah tempat tidur. Pacarnya hanya tersenyum melihatnya.
“Kenapa?”, Kyuhyun bertanya, sadar bahwa pacarnya sejak tadi tersenyum melihatnya.
Pacarnya menggeleng, lalu bertanya, “Kau membuat bubur?”
Kyuhyun mengangguk bangga, “Ya. Kenapa?”
Pacarnya pun menyendok bubur dari mangkuk, lalu memakannya. “Rasanya tidak enak.”
Kyuhyun mengernyit, jangan-jangan Sungmin hyung sengaja membuat buburnya tidak enak, pikirnya dalam hati.
“Eh.. Itu buatan Sungmin hyung. Sungguh. Aku hanya membantunya sedikit. Sungguh.”, kata Kyuhyun, merasa tidak enak karena pacarnya berkata bubur itu tidak enak.
Pacarnya pun tersenyum nakal, “Akhirnya kau mengaku juga.”
“Hah?”
“Ya, aku sengaja bilang tidak enak agar kau mengaku kalau bubur itu bukan buatanmu. Jangan marah ya.”, katanya lagi sambil tersenyum.
Kyuhyun yang masih bingung hanya mengangguk-angguk dan tersenyum, “tapi.. bubur ini enak kan?”, tanya Kyuhyun.
“Em! Enak sekali!”, jawab pacarnya, tersenyum, lalu menyendok bubur itu dan memakannya.
Kyuhyun tau, seharusnya dia menyuapi pacarnya itu, namun apa yang dia lakukan sekarang hanyalah duduk dan melihatnya makan.
Apa yang kau lakukan, Kyuhyun! Suapi dia!
“Eh… kusuapi kau saja.. sini.”, kata Kyuhyun lalu mengambil mangkuk dari tangan pacarnya itu. Pacarnya pun tidak menolak, dan memberikan mangkuknya pada Kyuhyun.
Kyuhyun pun menyuapinya.
Suasana mendadak diam.. Tidak ada yang berbicara.
“Kau… akan menjagaku di sini, kan?”, tanya pacarnya itu, setelah minum segelas air putih dan obat. Kyuhyun mengangguk.
“Terima kasih.”, kata pacarnya itu lagi, lalu tersenyum. Kyuhyun pun membalas senyumnya. “Ya, aku akan menjagamu.”
Sudah hampir 1 setengah jam sejak Kyuhyun masuk kamar dan membawa bubur. Ia tak kunjung keluar. Sungmin heran, dan merasa harus melihat situasi di dalam kamar pacar Kyuhyun itu.
Jangan-jangan… mereka… 
Tidak-tidak, jangan berpikiran buruk dulu, Sungmin. Kyuhyun sudah besar. Ia tahu yang mana yang baik dan buruk.
Namun tetap saja Ia merasa tidak tenang.
Ia merasa harus mengecek kamar di mana seorang perempuan dan laki-laki ada di dalamnya, berduaan.
Sungmin pun mengendap-endap ke depan kamar pacar Kyuhyun, lalu mengetuk.
Tidak ada jawaban.
Ia pun membuka pintu itu, mendapati apa yang ada di dalamnya, Ia tersenyum.
Kyuhyun terduduk di kursi, tertidur. Pacarnya pun juga sudah tertidur. Sungmin pun tersenyum lagi dan mengeluarkan handphone dari sakunya, mengabadikan momen itu.
Ia lalu tertawa geli sendiri, saat membayangkan apa reaksi Kyuhyun saat Ia melihat foto itu.
Terdengar desahan nafas Kyuhyun, dan Sungmin baru menyadari bahwa Ia kedinginan. Sungmin pun keluar dari kamar, mengambil jaket dari tasnya, lalu Ia masuk lagi ke kamar dan menyelimuti Kyuhyun dengan jaket itu.
Melihat peralatan makan berantakkan di bawah kaki Kyuhyun, Ia memutuskan untuk mengendap-endap dan mengambil peralatan makan itu. Lalu Ia membuka pintu, mematikan lampu kamar, dan berbisik pelan sambil tersenyum, “Selamat tidur.”
Keesokan paginya, Pacar Kyuhyun sudah bisa turun dari tempat tidur. Ia sekarang sedang membantu Sungmin menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Sungmin bersikeras menyuruhnya untuk duduk saja di sofa, namun pacar Kyuhyun tidak kalah kerasnya untuk ingin membantu Sungmin.
Kyuhyun masih tidur di kamar pacarnya, dan mereka memutuskan untuk tidak membangunkannya.
“Sungmin oppa.”
“Hm.”, Sungmin menjawab sambil mengoleskan selai pada roti.
“Apa… yang harus aku ketahui tentang Kyuhyun?”
Sungmin mengernyit heran, lalu bertanya, “Maksudmu?”
“Maksudku,”, jawab pacar Kyuhyun sambil menaruh roti di piring. “Adakah kebiasaan-kebiasaan Kyuhyun yang harus aku ketahui?”
Mendengar pertanyaannya, Sungmin berhenti mengolekan selai lalu berpikir, “Hmmm.. Dia tidak bisa masak.”
Pacar Kyuhyun tertawa, “Ya, aku tahu. Oh iya, terima kasih atas buburnya kemarin, oppa. Sangat enak.”
Sungmin tersenyum, lalu berpikir lagi, “Kamarnya berantakan, takut pada Leeteuk hyung, kalau sudah main game dia akan lupa pada dunia luar, oh iya, laptopnya juga ia bawa ke mana-mana, orangnya iseng, paling tidak suka suit karena ia sering kalah…..”
Sungmin berhenti, berpikir lagi sebentar, lalu melanjutkan kata-katanya lagi, “Cho Kyuhyun itu orangnya sok. Sok tegar, sok keren, sok kuat, sok jago, sok bisa. Padahal jauh di dalam hatinya, Ia butuh orang untuk bersandar, untuk mendampinginya dan membantunya setiap saat…”
Sungmin berhenti lagi, kali ini Ia melihat ke arah pacar Kyuhyun, ”Aku hanya berharap, kau lah orang  yang tepat untuknya bersandar.”
Mendengar kata-kata Sungmin, pacar Kyuhyun tersenyum,”Aku harap begitu.”
Sungmin pun tersenyum, lalu melanjutkan mengoleskan roti dengan selai. Terdengar suara pintu dibuka, kedua orang itu menengok dan ternyata Kyuhyun baru keluar dari kamar.
“Kenapa tak bangunkan aku sih?”, protesnya, sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Habis kau tidur lelap sekali.”, jawab pacarnya sambil tertawa. “Nah, sarapan sudah siap. Ayo kita duduk di meja makan. Ayo, Sungmin oppa.”
Mereka bertiga duduk di kursi makan, pacar Kyuhyun membagikan piring dengan 2 pasang roti di dalamnya. “Kalau masih lapar, aku masih ada stok roti. Maaf ya, aku belum sempat membeli bahan makanan…”
“Sudahlah, kemarin kan kau sakit. Bagaimana keadaanmu sekarang, sudah baikan?”, tanya Kyuhyun sambil memakan roti isi selai cokelat ke dalam mulutnya.
“Em.. Sudah baikan. Terima kasih ya. Terima kasih juga Sungmin oppa.”
Sungmin tersenyum.
Kyuhyun pun melirik ke arah Sungmin, tatapan tajam.
Sungmin pun menaikkan satu alisnya, tidak mengerti apa maksud Kyuhyun.
Saat pacarnya tidak melihat, Kyuhyun berbicara tanpa suara, ‘pergi.’
Sungmin baru sadar, Kyuhyun menyuruhnya pergi untuk memberikan kesempatan bagi mereka berduaan. Namun Sungmin tanpa membalas sinyal dari Kyuhyun, dengan bijaksana bertanya sambil tersenyum, “Aku mau ke toilet dulu, di mana toiletnya ya?”
“Ah, di sebelah kanan kamarku, oppa.”
Sungmin pun meninggalkan meja makan dan masuk ke toilet.
Mereka melanjutkan makan roti dengan diam.
“Ya,”, panggil Kyuhyun memecah keheningan. “Kau benar sudah tidak apa-apa? Aku bisa saja menelepon manager hyung untuk membatalkan jadwalku hari  ini dan menjaga….”
Pacar Kyuhyun memotong perkataan Kyuhyun dengan menempelkan jari telunjuknya ke depan bibir Kyuhyun.
“Aku tidak mau kau mengorbankan jadwalmu demi aku, Cho Kyuhyun.”
Kyuhyun menarik nafas, tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi, namun pacarnya menambahkan. “Aku hanya setitik di hidupmu, Cho Kyuhyun, kau sudah susah-susah membangun karirmu, mengalami masa-masa sulit dan senang dengan Super Junior dan barusan kau menawarkan diri dengan gampanganya untuk membatalkan jadwalmu hari ini. Aku tidak mau itu terjadi. Jangan pernah mengecewakan penggemarmu dan aku, oke?”
Mendengar perkataan pacarnya, Kyuhyun makin terdiam. Lalu suaranya berubah serius, Ia mendekatkan wajahnya ke wajah pacarnya, dan berbisik di telinganya.
“Kau bukan setitik di hidupku.”
Muka pacar Kyuhyun memerah, “Lalu.. apa?”
“Kau.. dua titik di hidupku.”
Mendengar jawaban Kyuhyun, pacarnya mendorong dia menjauh. Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Pacarnya mencibir, “Kukira kau akan mengatakan sesuatu yang romantis! Huuuu!”
Masih tertawa, Kyuhyun menjawab, “Maaf-maaf saja ya, aku memang tidak romantis.”
Pacar Kyuhyun pun melanjutkan memakan roti selainya. Kyuhyun mulai tenang, dan sekarang Ia menatap mata pacarnya itu serius.
“Apa?” tanya pacar kyuhyun heran
“Tidak, kukira… kau akan mengatakan sesuatu padaku.”
“Mengatakan apa?”, tanya pacarnya lagi.
Kyuhyun mengangkat bahu. Pacarnya mengernyit dan mencoba berpikir hal apa yang seharusnya Ia katakan pada Kyuhyun.
Terima kasih.
Ya, aku harus mengucapkan terima kasih padanya… karena telah menjagaku semalaman ,kata pacarnya dalam hati.
“Cho Kyuhyun.”
“Hm.”
Pacar Kyuhyun memegang pipi Kyuhyun lembut, dan berkata dengan sangat pelan, “Terima kasih.. Atas segalanya.”
Kyuhyun, yang kaget atas tindakan pacarnya itu hanya bengong.
“Itu kan, maumu?”, kata pacarnya lagi sambil tersenyum.
Kyuhyun membalas senyumnya, lalu Ia mendekatkan wajahnya ke wajah pacarnya, lalu mengecup bibirnya lembut.
Ciuman pertama mereka.
Tiba-tiba, pacar Kyuhyun pun perlahan menarik dirinya dari pelukan Kyuhyun, Kyuhyun yang heran pun bertanya, “Ada apa?”
Sambil menunjuk ke arah toilet, pacar Kyuhyun berkata, “Kurasa… ada yang melihat ciuman pertama kita barusan.”
Sungmin, berdiri sambil tersenyum di depan toilet. Memandang mereka berdua. “Maaf.”
“YA!!!!! HYUUUUUUNG!!!!!!!”, teriak Kyuhyun malu sekaligus emosi pada Sungmin. Sungmin hanya tersenyum, sementara pacarnya tertawa.
“Baiklah, baiklah. Lakukan lagi. Aku akan masuk ke toilet ini lagi. Anggap saja aku tidak ada.”






Tidak ada komentar:

Posting Komentar